Beranda » Blog » Berangkatkan 305 Jamaah Haji, Aqsha Travel Tanamkan ‘Value’ Berhaji

TANGERANG (ManasikNews) – Aqsha Travel dibawah bendera PT Al-Aqsha Jisru Dakwah senantiasa berupaya memberi nilai tambah dalam berhaji bagi jamaah yang dilayaninya. Praktik ibadah haji sesuai tuntunan Quran dan Hadist. Ketika di Tanah Suci, jamaah juga memperoleh pendalaman manasik haji oleh tim pembimbing terbaik, juga siraman rohani dari ustadzah Mamah Dedeh.

Di musim haji 2017, Aqsha Travel siap memberangkatkan sebanyak 305 orang jamaah haji khusus. Jumlah ini gabungan dengan jamaah haji PT Edipeni Tour&Travel (Al Ikhwan Wisata) yang masih satu induk dengan Aqsha Travel sebagai penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) berizin resmi dari Kementerian Agama RI. Keberangkatan ke Tanah Suci dijadwalkan pada 17 Agustus 2017.

Pemilik dan President Director Aqsha Travel H Kadrie Hadi mengungkapkan, pihaknya siap memberi pelayanan terbaik bagi jamaah. Seperti halnya pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Fasilitas jadi faktor terpenting bagi jamaah, seperti tahun 2017 jamaah menginap di hotel bintang empat di Mekah (Al Marwa Rayhaan Rotana) dan Madinah (Grand Mercure dan Bahauddin).

Namun tak kalah penting, ujar pria yang akrab disapa Didi ini, adalah pembimbingan ibadah haji sesuai sunnah, yang mana jamaah haji Aqsha akan dibimbing para ustadz yang sudah berpengalaman, yaitu Zainur Rofieq, Syaifurrohman, Agus Sofyan, dan  Oktri. Selain itu, ada ustadzah Mamah Dedeh yang akan mengisi hari-hari jamaah dengan serial tausiah berbagai topik haji dan keagamaan.

Lewat serangkaian pendalaman manasik haji, kultum berbobot dari Mamah Dedeh, serta  pembimbingan pelaksanaan wajib dan sunah berhaji sesuai ajaran Al-Quran dan Hadist, para jamaah akan mendapat nilai “plus” dari perjalanan ibadah haji mereka. Inilah nilai lebih yang diberikan Aqsha Travel kepada jamaah hajinya.

Menurut Didi, program haji khusus Aqsha Travel berbeda dengan travel haji kebanyakan. Bahkan, pembekalan manasik haji di Indonesia dan Arab Saudi. Di Tanah Air, pembekalan selama tiga hari dalam masa persiapan dan satu hari menjelang keberangkatan. Pembekalan selanjutnya berlangsung 3-4 hari di tempat transit jamaah di Arab Saudi. Selain itu kegiatan ibadah sunah dari kedua travel tersebut juga memiliki jadwal yang padat.

“Ibadah haji berbeda dengan umrah. Untuk itu kami terus membekali jamaah dengan pendalaman materi dan manasik haji. Memang terkesan lebih capek, tapi tujuan kami agar ibadah wajib maupun sunah dapat dilaksanakan dengan baik oleh jamaah sesuai apa yang dilaksanakan Rasulullah,” papar Didi kepada ManasikNews.

Dua Kali Pembekalan

Untuk membekali para jamaah calon haji tahun 1438 H, Aqsha Travel menggelar acara bimbingan atau manasik haji bertempat di Hotel Aryaduta, Karawaci, Tangerang, pada 22-23 Juli 2017. Acara pendalaman materi dan manasik haji ini diikuti 100 jamah calon haji dari total 305 jamaah gabungan kedua PIHK, Aqsha Travel dan Edipeni Travel.

Acara dibuka oleh Kadrie Hadi, Sabtu (22/7), diawali dengan pengenalan profil perusahan, pengurus dan pendamping haji khusus tahun 1438 H dari Aqsha Travel. “Aqsha Travel sejak 2012 sudah mengantongi izin PIHK. Ketika itu hanya memberangkatkan jamaah satu bus, sekitar 50 jamaah. Alhamdulillah setiap tahun jamaah kami terus meningkat jumlahnya. Tahun 2017 ini ada 305 jamaah, dengan asal jamaah terjauh dari Palu, Sulawesi Tengah,” ujar Didi.


President Director Al-Aqsha Jisru Dakwah H Kadrie Hadi (kiri) bersama salah satu pembimbing haji.

Dalam kesempatan itu Didi berharap agar calon jamaah mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental agar dapat maksimal menjalankan ibadah haji dengan program dan jadwal kegiatan yang lebih padat.

Selanjutnya, jamaah calon haji dijadwalkan mengikuti pembekalan manasik haji akhir untuk semua rombongan kedua travel. Acara akan dilaksanakan di Hotel Aston, Cengkareng, pada 16 Agustus 2017. Keesokan harinya rombongan bertolak menuju  Arab Saudi, dengan didampingi 25 orang muthawif/pendamping yang terdiri atas ahli agama lulusan Universitas Al-Azhar Kairo dan ustadzah Mamah Dedeh.

Kedua PIHK anggota Asphurindo ini juga menyertakan dua orang dokter khusus untuk menjaga kesehatan para jamaah selama mereka bermukim di Tanah Suci. (asy/wyn)

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.