Beranda » Berita » Haji Tahun 2020, Kloter Diprediksi Terbentuk Desember

 

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama merencanakan penetapan kelompok terbang (kloter) tahun 2020 mendatang lebih awal. Penetapan kloter ini akan didasarkan pada kecamatan yang sudah ditentukan oleh masing-masing Seksi Haji Kankemenag Kabupaten/Kota.

“Penetapan kloter pada tahun 2020 akan berdasarkan pada kecamatan yang sudah ditentukan oleh masing-masing Kasi Haji Kankemenag Kab/Kota sehingga KBIH dapat bersinergi dengan Kasi Haji sejak awal,” kata Dirjen PHU, Nizar Ali, pada Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan XIII (Mandiri), di Bandung, Selasa (23/10/2019), seperti dikutip laman resmi Kemenag.

Menurut dia, dengan sistematis baru ini penetapan kloter dapat ditentukan lebih awal sehingga diperkirakan pada Desember 2019 kloter jamaah haji sudah ada, dan dapat langsung direncanakan pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji.

Dia menegaskan kantor urusan agama (KUA) harus terlibat aktif dalam pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji di setiap kecamatan dan pembimbing manasik haji yang ditugaskan harus sudah memiliki sertifikat.

“Bimbingan manasik haji juga dapat dilakukan di Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji yang ada di setiap KUA Kecamatan. Diharapkan juga bimbingan manasik haji ini dapat dilaksanakan secara terintegrasi dan kolaborasi antara KUA dan KBIHU sehingga anggaran yang sudah dialokasikan oleh Kementerian Agama untuk Bimbingan Manasik Haji di KUA dapat lebih efektif,” ungkap dia.

Dihadapan 113 peserta yang mengikuti program sertifikasi, Nizar meminta kerja sama dan bantuannya dari pihak KBIHU untuk dapat meningkatkan koordinasi dengan pihak KUA untuk menyukseskan program penetapan kloter jamaah haji.

Sesuai dengan kebijakan Kementerian  Agama, dia menyebutkan bahwa tahun 2020 merupakan tahun peningkatan Manasik Haji.

Kebijakan itu sudah sesuai dengan tahapan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019. “Layanan penyelenggaraan ibadah haji dirasa sudah cukup, setiap fasilitas yang memberikan kenyamanan dan keamanan jemaah haji sudah dilengkapi seperti AC ditenda Arafah dan Mina, kemudian penggantian bus salawat, hotel yang dipilih pun hotel berbintang,” ujar dia.

Bahkan untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji, Nizar menyebutkan tahun ini jumlah petugas pembimbing jamaah haji perempuan di Arab Saudi akan ditambah, karena sebagian besar jamaah haji Indonesia adalah perempuan.

“Selama ini jamaah haji perempuan merasa canggung untuk berkonsultasi masalah pribadinya dengan pembimbing haji laki-laki, maka dengan disediakannya pembimbing haji perempuan maka jamaah haji perempuan akan lebih leluasa berkonsultasi,” kata Nizar.

Selain itu, dia mengungkapkan hasil indeks kepuasan jamaah haji tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi 85,91% dari tahun 2018 yaitu 85,23%. Survei ini dilaksanakan oleh BPS terhadap 7 jenis layanan, meliputi petugas haji, ibadah, akomodasi, katering, transportasi, kesehatan, dan pelayanan lainnya.

Sunber : manasiknews.id

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.