Beranda » Berita » Indonesia Minta Kepada Saudi Tetapkan Kuota Dasar 231 Ribu

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama Fachrul Razi  melobi Pemerintah Arab Saudi agar menetapkan kuota dasar jamaah haji Indonesia tahun 2020 menjadi sebanyak 231.000 orang.

“Menteri Agama Fachrul Razi telah bersurat kepada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, meminta agar kuota dasar Indonesia ditetapkan menjadi 231.000 orang,” ungkap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali, usai mendampingi Menag dalam penandatangaan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1441 H (2020), di Mekah, Senin (2/12/2019) malam, seperti dikutip laman Kemenag RI.

Dalam kesempatan itu Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi lantaran setiap tahun terus mengupayakan peningkatan kualitas layanan haji.

Menurut Nizar, lobi dan surat tersebut diperlukan karena hitungan kuota dasar Indonesia yang tertuang dalam MoU penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 masih sebanyak  221.000, meski ada penjelasan juga bahwa pemerintah Indonesia meminta tambahan kuota dasar.

“Dari hasil pembahasan dalam Spesial Official Meeting dengan Wakil Menteri Haji, permintaan tersebut akan dipertimbangkan,” katanya.

Kuota dasar jamaah haji Indonesia hingga musim haji 2016 tercatat berjumlah 211.000 orang, terdiri atas 194.000 kuota jamaah haji reguler dan 17.000 kuota jamaah haji khusus. Penentuan kuota haji ini mengacu pada kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (KTT OKI) tahun 1987 di Amman, Jordania. Hitunganya, dari 1.000 orang penduduk muslim di suatu negara, hanya satu orang yang punya kesempatan menunaikan ibadah haji.

Sejak tahun 2013, kuota dasar ini dikurangi sebesar 20%, menjadi 168.800, terdiri atas 155.200 haji reguler dan 13.600 haji khusus. Tahun 2017, kuota dasar jamaah haji Indonesia kembali normal menjadi 211.000. Pada tahun itu, Raja Salman memberikan tambahan kuota sebanyak 10.000 sehingga total kuota jamaah Indonesia menjadi 221.000 hingga sekarang.

“Tahun 2019, Raja Salman kembali memberikan tambahan kuota jamaah haji Indonesia sehingga menjadi 231.000. Menteri Agama meminta agar jumlah itu dijadikan kuota dasar jamaah haji Indonesia,” ungkap Nizar.

Menurut dia, selain kuota jamaah haji, pemerintah Indonesia juga mengajukan usulan tambahan untuk kuota petugas haji, dari 4.100 orang tahun 2019 naik menjadi 4.200 pertugas.

Dia menjelaskan, penambahan kuota jamaah haji menjadi salah satu konsen Menag sekarang. Hal itu lantaran daftar antrean jamaah haji Indonesia terus memanjang. Misalnya, di kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masa tunggu calon jamaah haji mencapai hingga 40 tahun, atau berangkat tahun 2060. Adapun rata-rata masa tunggu jamaah haji Indonesia kini selama 20 tahun. (wyn)

Sumber : manasiknews.id

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.