Beranda » Blog » Jamaah Haji Al-Aqsha Travel Diharapkan Bawa Perubahan Diri

JAKARTA (ManasikNews) – Sebanyak 215 orang jamaah haji khusus Al-Aqsha Jisru Dakwah dan Edipeni Travel berikut gabungan para mitra travel sudah merampungkan perjalanan ibadah dengan aman dan selamat, serta kembali ke Tanah Air pada 7 September 2018.

Rombongan haji khusus Al-Aqsha dan Edipeni Travel tahun 2018 ini dipimpin langsung CEO Al-Aqsha/Edipeni Travel Hj Christ Maharani, dengan pembimbing utama ustadz Zainur Rofieq Lc. Turut dalam rombongan, ustadzah kondang Mamah Dedeh dan Sahrul Gunawan (AFI Tours).

Sebelum meninggalkan tanah suci lalu terbang ke Jakarta dari bandara internasional King Abdulaziz Jeddah menggunakan maskapai Saudia Airlines, rombongan jamaah haji khusus Al-Aqsha/Edipeni Travel bermukim di kota Nabi, Madinah, untuk melaksanakan serangkaian ziarah suci.

Di apartemen transit Mekah.

Di Masjid Nabawi Madinah dan ziarah makam Rasulullah Saw.

CEO Al-Aqsha Jisru Dakwah/Edipeni Travel Hj Christ Maharani bersama ustadz Zainur Rofieq Lc (paling kanan).

Ustadz Zainur Rofieq dalam pesan khusus “Haji Mengubah Negeri” mengungkapkan, pelaksanaan haji khusus Al-Aqsha/Edipeni dengan program Spiritual Journey yang berjalan sukses berkat dukungan seluruh tim haji dan karyawan, diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan para jamaah sepulang dari tanah suci.

“Haji adalah stempel keparipurnaan ke-Islaman jamaah, dan merupakan muhasabah diri, training spirit kebaikan dan kesyukuran. Haji adalah berlatih kedamaian (assakiinah),” ujar dia.

Zainur Rofieq teringat akan arahan dosen pembimbing tesisnya di UIN ketika meneliti perbedaan sikap antara Kahar Muzakar (pemimpin DI/TII) yang memberontak di era awal pemerintahan Soekarno dan Kiai Yusuf Taujiri dari Garut. Bahwa, faktor pembeda sikap kedua tokoh, adalah Mekah. Lantaran Kiai Taujiri pernah berhaji ke Mekah, sementara Kahar Mudzakr tidak pernah ke Baitullah.

Maknanya, ungkap Zainur, kota Mekah dalam ibadah haji menyisakan spirit perjuangan politik dan ekonomi kebangsaan yang benar, selain tentu saja nilai spiritualnya. Haji memang telah menggerakkan Islam yang dewasa, Islam yang penuh tanggungjawab kebangsaaan dan maslahat aammah.

Bahkan, ibadah haji mewariskan pula semangat  perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Fakta sejarah memperlihatkan, perlawanan terhadap agresor Belanda di bumi Pertiwi hampir seluruhnya dipimpin oleh tokoh Alumni Haji.

Sejarah mencatat, haji telah mengubah negeri asal jamaah lahir, hidup dan mati. “Untuk para jamaah, selamat kembali ke haribaan keluarga. Di sinilah kita mulai mengaplikasikan Islam yang damai, yang membahagiakan, mewariskan sifat dan karakter  tanpa marah, penyayang, cinta kaum dhuafa, serta selalu berfikir ke depan sampai hari Akhir,” ungkap Zainur.

Itulah sifat-sifat positif yang Allah inspirasikan pada sosok keluarga suci, Ibrahim, Ishak, Yaqub, Ismail, dan terakhir Rasulullah Muhammad Saw. Selamat mengubah diri, keluarga, masyarakat, dan negeri. Hajjan Mabruur, Insya Allah. (wyn)

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.