Beranda » Berita » Lengkapi Syarat Visa Umrah, Saudi Akan Wajibkan Asuransi

JAKARTA (ManasikNews) — Pemerintah Arab Saudi bakal melengkapi persyaratan pengajuan visa umrah dengan memasukkan pos biaya asuransi jamaah sebagai kewajiban atau mandatori, sekaligus ini memperpanjang daftar syarat pengajuan visa umrah.

Jika hal itu terlaksana, berarti ada dua biaya asuransi (berganda) yang harus ditanggung oleh setiap penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) ketika memberangkatkan jamaah. Sebab, di dalam negeri PPIU harus pula mengasuransikan jamaahnya (asuransi perjalanan) berdasarkan ketentuan dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

Sekjen Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) M Riza Paluppi membenarkan akan adanya ketentuan baru Kerajaaan Arab Saudi berupa biaya asuransi jamaah sebagai booking reservation number (BRN) pada pengajuan visa umrah.

“Kami sudah memperoleh informasi mengenai akan adanya biaya asuransi jamaah sebagai persyaratan baru pengajuan visa umrah,” ungkap Riza kepada ManasikNews di Jakarta, baru-baru ini.

Berdasarkan informasi dikantongi Riza, besaran nilai asuransi jamaah yang bakal dikenakan oleh pemerintah Saudi berkisar 70 – 80 Riyal (SAR) atau berkisar US$ 26 – 27 per jamaah.

Menurut Riza yang juga CEO Albis Nusa Wisata ini, kebijakan asuransi jamaah oleh pemerintah Saudi terkesan dipaksakan. Sebab, nantinya tanpa ada BRN asuransi jamaah sebagai kelengkapan syarat pengajuan visa, pemerintah Saudi tidak akan mengabulkan visa umrah.

Yang jelas hal itu akan menambah beban biaya pengurusan visa umrah, mengingat sebelumnya paket biaya pengajuan visa umrah juga sudah naik secara signifikan.

Disebutkan, total biaya pengajuan visa umrah kini bisa mencapai hingga 800 Riyal. Yaitu, mencakup komponen biaya e-Visa sebesar 498,18 Riyal (termasuk pos baru Goverment Fee Saudi 300 Riyal), ditambah BRN hotel 100 Riyal (minimal 5 hari), ditambah BRN transportasi/bus 126 Riyal (minimal 35 pax), dan ditambah BRN asuransi sebesar 80 Riyal.

Dengan demikian biaya baru pengajuan visa umrah mengalami kenaikan secara signikan hingga empat kalinya, yaitu menjadi US$ 200 dari sebelumnya maksimal “hanya” sebesar US$ 45.

Paket Umrah Naik 25%

Seberapa besar dampak kenaikan biaya visa Arab Saudi terhadap paket umrah yang hendak ditawarkan kepada calon jamaah?

Riza memperkirakan, secara global paket umrah untuk musim 1441 Hijriah (2019/2020) akan naik hingga sekitar 25%, salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan biaya pengajuan visa Arab Saudi. “Kenaikan (harga) paket umrah dipastikan terjadi. Dan, uang Rupiah atau devisa RI yang keluar untuk perjalanan umrah bakal lebih besar lagi,” katanya.

Dicontohkan, harga paket umrah reguler (9 hari) level terendah bakal naik menjadi sekitar Rp 22,5 juta dari sebelumnya sekitar Rp 20,5 juta.

Adapun dampak psikologisnya, masyarakat muslim atau calon jamaah akan cenderung menunggu (wait and see) situasi dan tidak terburu-buru melakukan perjalanan umrah di awal musim.

“Terlepas dari semua itu, sebaiknya ada bargaining (dari pemangku kepentingan di Indonesia) untuk menekan pemerintah Arab Saudi, terutama menyoal kenaikan visa umrah yang angkanya begitu besar. Dan, hasil dananya untuk apa saja. Padahal, dari sisi pelayanan terhadap jamaah umrah, tidak ada peningkatan atau tidak berubah,” ungkap Riza.

sumber : manasiknews

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.