Beranda » Blog » Masjid Biru Sultan Ahmed atau Blue Mosque di Istanbul Turki

Masjid Biru terletak di Istanbul Turki

Masjid Biru, Blue Mosque atau disebut juga Masjid Sultan Ahmed (bahasa Turki: Sultanahmet Camii. Camii artinya: masjid besar) memang memiliki pesona tersendiri. Tidak hanya karena keindahan arsiteknya akan tetapi kisah pendiriannya dan rahasia yang terdapat pada masjid biru sultan ahmed di turki ini mengundang kekaguman bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Masjid Sultan Ahmed itu terletak di kota tua Istanbul, dimana sebelum tahun 1453 menjadi pusat pemerintahan konstantinopel, yaitu ibukota kekaisaran Bizantin/Bizantium, masjid biru ini berdekatan dengan Aya Sofya (Hagia Sophia – Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci) yang sekarang berfungsi menjadi museum.

Masjid Biru / Blue Mosque dan Hagia Sophia / Aya Sophia

Masjid ini disebut masjid biru karena keindahan interiornya yang didominasi warna biru sehingga menimbulkan kesan damai dan tenang. Siapa pendiri masjid biru turki? Masjid ini dibangun atas perintah Sultan Ahmed I yang berasal dari dinasti Ottoman yang menguasai Turki pada abad ke 14. Sultan Ahmed I memerintah Turki mulai tahun 1603 – 1617. Masjid tersebut dirancang oleh arsitek terkenal di masa itu yaitu Mehmed Aga dan mulai dibangun pada tahun 1609 dan selesai pada tahun 1616. Sultan Ahmed I sengaja membangun masjid biru ini karena ingin menandingi bangunan Hagia Sophia atau Aya Sofia yang dbangun pada masa kejayaan Bizantium. Sultan Ahmed I wafat saat berumur 27 tahun, atau 1 tahun setelah selesainya pembangunan masjid ini. Kemudian dia dimakamkan di halaman masjid ini, begitu juga istri dan ketiga puteranya.

Kisah dan Sejarah Masjid Biru / Blue Mosque dengan Menara Emasnya

Kisah dan sejarah pembangunan masjid ini sangatlah menarik, konon kabarnya Sang Sultan memerintahkan kepada Sang Arsitek Mehmed Aga untuk membangun Menara yang terbuat dari emas, akan tetapi karena kata “ emas “ dalam Bahasa Turki “ altin “ mirip dengan kata  enam yang dalam Bahasa Turki yaitu “ alti ” maka Mehmed Aga membuat Masjid itu dengan 6 menara yang megah, ternyata Sang arsitek salah dengar. Masjid itu terlanjur sudah berdiri megah dengan 6 menara, Mendengar hal itu awalnya Sultan Mehmed merasa kecewa, akan tetapi setelah melihat keindahannya konon Sultan Ahmed I justru terpukau dengan desain 6 menara yang unik itu.

Ketika pembangunan masjid ini selesai dengan 6 buah menara, terjadilah kontroversi bahwa jumlah menaranya menyamai jumlah menara Masjidil Haram, supaya berbeda kemudian Sultan Ahmed memerintahkan untuk membangun 1 lagi menara di Masjidil Haram.

Rantai Besi simbol kerendahan hati Sang Penguasa

Apabila kita perhatikan secara seksama ada rantai besi yang terlihat janggal di atas pintu gerbang masjid biru turki ini, menurut cerita, pada masa lalu hanya Sultan Ahmed saja yang boleh memasuki masjid dengan menunggangi kuda, oleh karena itu rantai ini sengaja dipasang supaya sultan ketika masuk ke dalam halaman masjid harus menundukkan kepalanya supaya kepalanya tidak terantuk rantai tersebut. Inilah simbol kerendahan seorang raja kala itu, meskipun kekuasaan ada di genggaman ia tetap rendah hati

Rahasia tersembunyi dibalik Masjid Biru

Saat ini Masjid Biru masih berfungsi dengan baik sebagai tempat ibadah. Dan ternyata dibalik keindahan arsitekturnya, masjid biru tersebut menyimpan misteri sekaligus sebagai masterpiece seni aritektur turki. Apabila diperhatikan secara seksama biasanya di langit langit gedung tinggi terdapat sarang laba laba, nah jika anda berkesempatan mengunjungi masjid biru sempatkan untuk mendongak keatas untuk melihat apakah ada sarang laba laba disana. Hebatnya ternyata di area kubah masjid biru tidak terdapat sarang laba laba.

Apa rahasianya kubah masjid biru turki bisa tetap bersih dari sarang laba laba? Rupanya para arstitek yang membangun masjid biru mempunyai resep ampuh, yaitu telur unta. Tepat di tengah kubah terbesar yang berdiameter 24 meter, menjuntai rantai panjang. Tiga meter dari titik tengah kubah terdapat chandeliers berbentuk segitiga tempat meletakkan telur unta di ketiga sudutnya. Sepertinya telur burung unta mempunyai kandungan zat tertentu yang aromanya tak disukai laba-laba.

Untuk menghormati tempat ibadah ini, para pengunjung diharapkan memakai pakaian yang sopan saat memasuki ruangan. Wanita harus mengenakan kerudung. Dan untuk pengunjung muslim dipersilahkan jika ingin melakukan ibadah solat disana. Sedangkan yang tidak solat bisa melihat lihat dari shaf belakang.

Seni Arsitektur Masjid Biru 

Masjid Biru ini menggabungkan beberapa seni arsitektur Byzantium dan Hagia Sophia dengan arsitektur tradisional Islam masjid ini dianggap sebagai masjid besar terakhir dari periode klasik. Berbentuk kubus dan berdiri kokoh dengan 6 menara yang menjulang tinggi, kemudian diameter kubah 23,5 meter dengan tinggi kubah 43 meter yg dilengkapi dengan 4 setengah-lingkaran kubah dari 4 arah yg berbeda,  dan kolom beton berdiameter 5 meter. Di sekitar masjid ini, juga dibangun sekolah, istana peristirahatan bagi Sultan, tempat pemandian, air mancur, rumah sakit, serta kamar-kamar yg disewakan saat itu.

Pada dasarnya Masjid Sultan Ahmed ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu Area Bangunan Utama masjid dan Area Pelataran Tengah yang dikelilingi koridor yang menyatu dengan bangunan utama, sehingga apabila ruang utama masjid tidak dapat menampung jamaah, maka pelataran tengah bisa juga digunakan untuk menampung jamaah tersebut.

Blue Mosque punya Menara seperti Pensil

Menara yang menjulang tinggi menambah kesan gagah dari masjid ini.

Bentuknya ramping dan runcing, seperti pensil yang diraut merupakan hasil seni arsitektur pada saat itu, masing masing Menara dilengkapi dengan tiga balkoni (dalam Bahasa Turki disebut (Şerefe) dengan penopangnya yang dibentuk seni muqornas (Stalaktit). Waktu itu menara ini selain sebagai penanda masjid dari jarak jauh juga menjadi tempat mengumandangkan adzan. Jadi setiap tiba waktu adzan, muadzin akan meniti tangga berputar di dalam menara untuk menuju ke pucuk menara dan mengumandangkan adzan dari atas menara, supaya suara adzan terdengar sejauh mungkin. Akan tetapi saat ini masjid biru sudah menggunakan pengeras suara sehingga suara adzan terdengar lebih jauh.

Keindahan Interior Masjid Biru dengan 20 ribu keping keramik

Keindahan interior masjid ini begitu kental dengan keramik berwarna biru. Tak kurang 20.000 keping keramik hasil kerajinan keramik terbaik daerah Iznik Turki menghiasi masjid ini bermotifkan daun, tulip, mawar, anggur, bunga delima atau motif-motif geometris. Keramik pada lantai bawah dibuat dg desain tradisional Turki, sementara keramik di lantai galeri dibuat dg disain bunga dan buah-buahan. Semua keramik ini didisain oleh seorang ahli keramik dari Iznik, Ksap Haci dan Baris Efendi dari Avanos, Cappadocia. Keramik di sekitar Blue Mosque sempat direstorasi setelah terjadi kebakaran di tahun 1574.

Di dalam masjid biru ini juga terdapat lebih dari 200 kaca hias dipakai untuk jendela masjid yg memberi jalan bagi cahaya dari luar. sedangkan lampu-lampu masjid yg awal, dihiasai dengan emas dan batu berharga. Pada tiap semi dome (kubah setengah lingkaran) dilengkapi dengan 14 jendela dan 28 jendela pada kubah tengahnya. Kaca berwarna yg dipakai pada jendela-jendela ini adalah hadiah persembahan dari Ratu Venice kepada Sang Sultan. Hanya saja sebagian besar dari kaca-kaca ini sudah direstorasi agar tampak bagus. Sedangkan pada kusen dan bingkai jendela memounya hiasan yang sangat menarik, dikerjakan dengan teknik Opus Sectile yaitu ragam hias dengan merangkai potongan potongan berbagai material pilihan kemudian dirangkai satu persatu membentuk pola tertentu sebagaimana sebuah mozaik.

Selain itu karpet sutera terbaik terhampar di lantai masjid ini dan lampu-lampu minyak yang terbuat dari kristal merupakan produk impor. Banyak terdapat barang-barang dan hadiah berharga di masjid ini, termasuk Al Quran bertuliskan tangan. Elemen penting dalam masjid ini adalah mihrab yang terbuat dari marmer yang dipahat dengan hiasan stalaktit dan panel incritive dobel di atasnya. Tembok disekitarnya dipenuhi dengan keramik. Masjid ini didesain agar dalam kondisi yang paling penuh sekalipun, semua yang ada di masjid tetap dapat melihat dan mendengar Imam. Dekorasi lainnya adalah kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an yang sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Gubari, salah satu kaligrafer terbaik pada masa itu.

Fungsi Masjid Biru Saat Ini 

Sesuai dengan tujuan Sultan Ahmed I membangun pada saat itu, masjid biru saat ini masih dipergunakan sebagai tempat ibadah. Setiap Jumat atau Idul Fitri dan Idul Adha, masjid ini bisa menampung hingga 10 ribu jemaah, tempat wudhu juga berjajar rapi di sisi depan masjid menyambut jamaah yang ingin menunaikan sholat disana. Jika anda muslim maka anda dipersilahkan untuk sholat disana, akan tetapi jika anda non muslim maka ketika mengujungi masjid biru ini harus berpakaian sopan dan untuk wanita menggunakan kerudung / penutup kepala>

Data Masjid Biru

  • Alamat: Sultan Ahmet Mahallesi, Atmeydanı Cd. No:7, 34122 Fatih/Istanbul, Turki
  • Tinggi: 43 m
  • Dibangun : 1609 – 1616
  • Dibangun oleh : Sultan Ahmed I
  • Arsitek: Sedefkar Mehmed Agha
  • Gaya arsitektur: Arsitektur Islam, Arsitektur Utsmaniyah
  • Fungsi: Masjid, Monumen
  • Kapasitas : 10000 orang

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.