Beranda » Berita » Provider Visa Edipeni Hari Ini Pulangkan 25 Jamaah Umrah Dari Jeddah

AL-AQSHA.COM — PT Edipeni sebagai provider visa umrah menyatakan bertanggungjawab penuh  dan memastikan kepulangan 25 jamaah umrah yang sebelumnya sempat tertahan di kota Jeddah, Arab Saudi.

Ke-25 jamaah yang berangkat menggunakan travel penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) Yasmira dari Medan itu dipulangkan oleh Edipeni dengan maskapai Etihad, yang dijadwalkan berangkat dari bandara internasional King Abdulaziz Jeddah pada Kamis (3/1/2019) pukul 05.30 waktu setempat. Adapun rute kepulangannya, Jeddah – Abu Dhabi – Jakarta.

Alhamdulillah akhirnya kami bisa memulangkan mereka. Sebagai provider visa, Edipeni jelas tidak akan lepas tangan, dan kami bertanggungjawab jika terjadi masalah terkait jamaah travel umrah berizin yang menguruskan visa melalui kami,” ungkap Direktur Utama Edipeni Hj Christ Maharani kepada ManasikNewsdi Jakarta, Rabu malam (2/1/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun ManasikNews, sebanyak 25 jamaah umrah tersebut  berangkat ke Arab Saudi pada 23 Desember 2018 pukul 14.25 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia (nomor penerbangan GA 970) dengan tujuan Madinah. Mereka dijadwalkan pulang dari Saudi pada 29 Desember 2019 dengan transit terlebih dahulu di Istanbul, Turki.

Hasil penelusuran Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, menyebutkan, ke-25  jamaah berasal dari Bahira Travel (perusahaan travel berstatus non-PPIU alias tidak berizin) yang keberangkatan umrahnya bekerjasama dengan PT Yasmira. Adapun penerbitan visa difasilitasi PT Edipeni selaku provider.

Diketahui, setiap jamaah membayar paket biaya umrah sebesar Rp 35 juta kepada pihak Bahira Travel. Ternyata, tiket kepulangan seluruh jamaah tidak ada. Akibatnya, ketika hendak meninggalkan Saudi para jamaah kelabakan dan tertahan beberapa hari di kota Jeddah.

Menurut Christ,  pihaknya mengambil hikmah dari kejadian ini. “Masalah ini bisa menjadi pembelajaran buat kami dan juga kalangan provider lain agar lebih berhati-hati dalam menerima entrian visa,” ujarnya.

Christ dalam kesempatan itu juga menyesalkan sikap manajemen PT Yasmira yang tidak terbuka saat pengajuan entry visa, yaitu membawa jamaah umrah yang berasal dari travel non-PPIU atau tidak mengantongi izin resmi penyelenggaraan umrah. (wyn)

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.