Beranda » Berita » Saudi Terima Usulan Ada Pembatas Jamaah Pria – Perempuan di Tenda Mina

MEKAH — Muassasah Ath-Thawafah Mekah menyetujui usulan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI untuk memasang pembatas antara jamaah laki-laki dan perempuan di tenda Mina. Selama ini tidak ada pembatas yang dipasang di tenda Mina.

Pertemuan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, beserta jajaran dengan Muasasah Ath-Thawafah di Mekah, baru-baru ini.

“Penempatan jamaah haji di tenda Mina, akan dipisah jamaah laki-laki dan perempuan,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, usai menggelar pertemuan dengan Muassasah Ath-Thawafah, di Mekah, baru-baru ini, seperti dilansir laman Kemenag RI.

Pertemuan dihadiri pimpinan Muasasah beserta jajarannya. Delegasi Indonesia, selain Sri Ilham, hadir juga Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali bersama Staf Teknis Haji lainnya.

Pertemuan mengagendakan evaluasi operasional haji tahun 1440 Hijriah (2019), sekaligus pembahasan peningkatan layanan haji tahun berikutnya.

Dalam kesempatan itu Sri Ilham menyampaikan permohonan yang sebelumnya sudah disampaikan Menteri Agama RI kepada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi agar memprioritaskan pembangunan toilet bertingkat di Mina untuk jamaah haji Indonesia.

Dia meminta agar sejumlah inisiatif Indonesia untuk perbaikan layanan haji tahun 2019 di padang Arafah dan Mina tetap dipertahankan, antara lain fasilitas pendingin udara (AC freon) di Arafah dan penomoran tenda di Armina (Arafah, Mina, Muzdalifah). “Kami minta agar hal itu semua tetap berjalan, jika perlu ditingkatkan,” katanya.

Pemerintah Indonesia juga meminta agar penempatan jamaah haji di Armina berdasarkan zonasi penempatan jamaah di Mekah.

Ditjen PHU Kemenag tahun 2019 menerapkan kebijakan baru sistem penempatan jamaah di Mekah berbasis zonasi (zona). Ada tujuh zona di Mekah, yaitu Jarwal, Misfalah, Mahbas Jin, Syisah, Raudlah, Aziziyah, dan Rey Bakhsy.

Pihak muassasah, ungkap Sri Ilham, menyepakati usulan tersebut. Bahkan, mereka berkomitmen untuk menyerahkan denah penempatan jamaah sejak tanggal 1 Dzulhijjah untuk memastikan kesiapan fasilitas yang tersedia di Arafah dan Mina, mulai AC, listrik, dan fasilitas lainnya.

“Tahun depan di Muzdalifah juga akan dibuat jalan khusus untuk jamaah pengguna kursi roda,” ujar dia.

Sumber : manasiknews.id

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.